Rabu, 17 Ogos 2011

Pentas Malam


Bulan menerangi Pentas Malam,
cahaya bintang kerdil tenggelam,
Musytari muncul dalam diam,
Bintang Tujuh tak duduk diam,
dari ufuk timur dia datang,
sang cengkerik terus berdendang,
melagukan irama Pentas Malam.

Belantik datang bertali pinggang,
menyusul planet Marikh di belakang,
dia yang merah,
 yang paling terang,
Sirius datang saat pagi menjelang,
kini di langit,
dialah yang paling terang.
Malam pergi pagi menjelma,
terbit mentari terang bederang.
Tamatlah sudah Pentas Malam,
kini bermula wayang siang.


 Muhammad Saffuan Bin Jaffar

Bicara bulan tanpa suara

Bicara bulan tanpa suara,
tetapi ia menyapa,
sungguh indah berkata-kata,
mengingatkan manusia yang sering alpa.

Bicara bulan tanpa suara,
kurniaan tuhan buat manusia,
petandaNya yang Maha Berkuasa,
mengingatkan manusia yang masih leka.


Bulan bicara tanpa suara,
dingin malam membuai aku terus leka,
sedangkan ia petah bercerita,
memuji-muji penciptaNya.


Bulan bicara tanpa suara,
melimpahkan cahaya rahmat pada hamba setia,
tidak pernah ingkar pada arahanNya,
berbakti kepada kita sentiasa.

Wahai Tuhan,
Engkau pencipta segala-galanya,
namun aku masih leka,
sedangkan bulan mengingatkan aku tentang usia.
Dunia ini hanya sementara.




Muhammad Saffuan Bin Jaffar
Malam Nuzul Quran Lepas Hujan
17 Ramadhan 1432H
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...